Dinkes, BPBD dan TNI AU Siapkan Simulasi Evakuasi Medis di Pesisir Barat
Beritakrui.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mulai mematangkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat medis yang membutuhkan proses evakuasi cepat melalui jalur udara.
Persiapan tersebut dilakukan di Bandara Taufiq Kiemas pada Sabtu (19/9/2026), dengan melibatkan sejumlah unsur lintas instansi.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Pada tahap awal, personel mendapatkan pengenalan mengenai prosedur evakuasi medis cepat serta berbagai peralatan yang nantinya digunakan dalam simulasi.
Pengenalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh personel mengenai alur evakuasi, penggunaan peralatan, hingga pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur.
Kesamaan pemahaman dinilai penting sebelum simulasi dilaksanakan, terutama dalam memastikan koordinasi di lapangan dapat berjalan sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi darurat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pesisir Barat M. Belly Oscar, S.H., M.H., serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Barat Herdy Wilismar, S.H., M.M.
Simulasi Evakuasi Digelar Tiga Hari
Setelah tahapan pengenalan, simulasi evakuasi medis cepat melalui jalur udara dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026.
Dalam simulasi tersebut, unsur Dinas Kesehatan, BPBD, dan TNI AU akan mempraktikkan berbagai prosedur yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Materi praktik meliputi koordinasi antarinstansi dalam menangani kondisi darurat hingga proses evakuasi pasien menggunakan jalur udara.
Simulasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menguji kesiapan personel sekaligus melihat efektivitas koordinasi lintas instansi ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan medis dan evakuasi secara cepat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Kabupaten Pesisir Barat dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan dukungan evakuasi medis melalui jalur udara.
Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, BPBD, dan TNI AU juga diharapkan mampu memperjelas alur komunikasi serta pembagian tugas masing-masing unsur selama proses evakuasi.
Dengan adanya tahapan pengenalan dan simulasi, setiap personel diharapkan semakin memahami tugas serta tanggung jawabnya sehingga proses evakuasi medis dapat berlangsung sesuai prosedur, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien maupun seluruh personel yang terlibat.

Posting Komentar